Daftar Virus Mematikan Didunia

Daftar Virus Mematikan Didunia

7 Wabah Virus Paling Berbahaya Sepanjang Masa

Virus adalah mikroorganisme berukuran sangat amat kecil dan tidak terihat oleh mata telanjang dan mikroskop biasa, virus hanya bisa di lihat menggunakan mikroskop elektron, Virus Merupakan Penyebab dan Penyebar penyakit.

Setiap Virus Bekerja dengan cara yang berbeda, mereka pada dasarnya mengambang sampai bertemu dengan sel yang kompatibel (Inang), kemudian virus menempelkan diri mereka pada sel dan menyuntikkan materi genetik yang mereka miliki.

Sel kemudian ditipu untuk mereplikasi DNA virus, menggunakan instruksi yang dikandungnya untuk membuat lebih banyak virus. Virus dalam jumlah banyak itu kemudian meledak keluar dari sel, dan proses pun berlanjut.

Virus dapat bermanfaat untuk manipulasi genetik karena bagian yang membuatnya berbahaya bagi manusia karena materi genetik yang terkandung di dalam bungkusnya.

Yang terbaru muncul virus corona / covid19 yang sangat cepat menyebar dan menginfeksi banyak orang di dunia dengan jumlah hampir 3 juta jiwa terinfeksi dan 200rb orang meninggal dunia,

selain virus corona ada beberapa virus mematikan yang banyak menginfeksi dan memakan korban jiwa, berikut adalah “7 Daftar Virus Mematikan Didunia” :

1. Influenza (Flu)

Daftar Virus Mematikan Didunia

Virus Influenza menyebabkan penyakit flu yang tidak asing bagi kita, penyakit ini menginfeksi saluran nafas, apalagi di Indonesia penyakit ini sering menyerang khususnya saat musim hujan atau musim pancaroba (pergantian musim).

Penyakit flu disebabkan oleh virus influenza tipe A dan sering disebut dengan human influenza, juga ada beberapa penyakit flu lain yang mewabah di berbagai negara, seperti flu Hong Kong, Swine flu atau flu babi, Flu burung, dll.

CDC menyebut flu Spanyol adalah pandemi flu paling mematikan dalam sejarah umat manusia. Virus merebak di 1917-1918 dan membunuh sekitar 50 juta orang atau sepertiga populasi manusia saat itu.

2. HIV (Human Immunodeficiency Virus)

Virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Lebih spesifik, HIV menyerang sel T atau CD4 yang merupakan bagian dari sistem imunitas manusia.

Apabila tubuh tertular HIV, sistem imun akan menghasilkan antibodi untuk melawan virus mematikan tersebut. Tes darah di berbagai fasilitas kesehatan akan mendeteksi antibodi ini sehingga menentukan tubuh telah tertular HIV atau tidak.

Melansir dari US News, pandemi HIV terjadi sejak awal 1980an. Mulai dari situ, WHO melaporkan ada sebanyak 76,1 juta orang positif HIV dan sekitar 39 juta orang meninggal akibat penyakit acquired immunodeficiency syndrome (AIDS).

note*AIDS adalah penaykit yang disebabkan oleh virus HIV, bila seseorang yang HIV terlambat ditangani virus ini akan berkembang ke stadium 3 disebut dengan AIDS.

3. Rabies (Penyakit Anjing Gila)

Penyakit ini menular akut, menyerang susunan saraf pusat pada manusia dan hewan berdarah panas yang disebabkan oleh virus rabies, ditularkan melalui saliva (anjing, kucing, kera) yang terjangkit rabies dengan cara digigit atau melalui luka terbuka.

penyakit ini harus cepat ditangani jika terlambat akan sangat berbahaya hingga kemungkinan 60% adalah kematian, dan jika seseorang tidak mendapatkan perawatan ketika terjangkit rabies kemungkinan orang itu akan menginggal ialah 100%.

Untuk jumlah korban rabies diseluruh dunia hingga saat ini masih terus bertambah, Dr. Louise Taylor dari Aliansi Global bagi Pengendalian Rabies dan koordiinator Grup Kemitraan bagi Pencegahan Rabies mengatakan Studi terbaru memperkirakan rabies menewaskan 59.000 orang di seluruh dunia setiap tahunnya. “Dan ini hanya jumlah korban dari rabies yang ditularkan oleh anjing,” belum terhitung saliva lainnya.

4. Wabah Ebola

Ebola adalah penyakit akibat infeksi virus mematikan, yang bisa menyebabkan demam, diare, serta perdarahan di dalam tubuh penderitanya. Hanya 10% penderita Ebola yang selamat dari infeksi virus ini, tetapi penyakit ini jarang terjadi.

Menurut data WHO jumlah korban tewas akibat wabah ebola Afrika Barat mencapai 11.000 jiwa dalam 2 tahun atau sampai 2016.

Selain itu, ada 649 tenaga medis yang diketahui bersinggungan dengan penyakit ini. Dari jumlah itu, 365 di antaranya meninggal.

5. Variola (Cacar)

Cacar adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Variola Major atau Variola Minor, virus ini menyebabkan bintik dikulit dengan luka membekas, ada yang menyebabkan kebutaan, dan yang lebih parah berujung Kemtian.

Virus Variola membunuh 1 dari 3 orang yang terinfeksi menewaskan lebih dari 30.000 orang di Athena, Yunani, pada 430 SM (sebelum masehi), membunuh 90% penduduk asli amerika dan merenggut 300 juta jiwa orang di Dunia.

6. Dengue (DBD)

DBD atau yang familiar dipanggil Demam Berdarah adalah penakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang di tularkan dari nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus ke manusia, Gejala DBD akan muncul beberapa masa setelah terjangkit yang disebut dengan masa Inkubasi.

Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tercatat sebanyak 25.693 orang dan telah merenggut 164 jiwa per 15 Maret 2020. Jumlah ini mengalahkan kasus virus Corona yang per 23 Maret memiliki 579 kasus dengan 49 orang meninggal.

DBD memiliki kasus di Indonesia setiap tahunnya, menurut catatan Kementerian Kesehatan RI terdapat 110.921 DBD di Indonesia pada 2019. Angka ini meningkat dari 2018 dengan jumlah kasus sebanyak 65.602 kasus.

 Diperkirakan terdapat setidaknya 50 juta kasus demam berdarah di seluruh dunia tiap tahunnya.

7. SARS

Virus ini mengakibatkan demam, rasa sakit pada tubuh dan kadang mengarah ke pneumonia (Paru-paru basah). SARS tercatat memiliki tingkat mortalitas sebesar 9,6 persen.

Virus kemungkinan dibawa kelelawar kemudian hinggap pada mamalia nokturnal yang disebut musang, lalu menginfeksi manusia. Setelah memicu outbreak di China, SARS menyebar ke 26 negara di dunia dan menginfeksi sekitar 8ribu orang dan membunuh lebih dari 770 orang dalam dua tahun.

Spread the love

Leave a Reply